

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Margasari
Kisah Maulid Nabi, Sejarah Kelahiran Rasulullah SAW
Maulid Nabi 1443 Hijriah diperingati pada Selasa, 19 Oktober 2021. Maulid nabi adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni pada 12 Rabiul Awal. Berikut kisah maulid nabi, sejarah kelahiran Rasulullah SAW. akan tetapi SMP Negeri 1 Margasari baru bisa memperingati pada hari jumat, tanggal 5 November 2021 dengan moda kombinasi luring dan daring karena masih menerapkan Prokes PTM terbatas pada sekolah.
Nabi Muhammad dilahirkan oleh ibu yang bernama Aminah. Ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah. Nabi Muhammad lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah.
untuk melihat tausiahnya silahkan klik link berikut:
yang luring di masjid aAl-Amin SMP Negeri 1 Margasari




yang daring di kelas










yang daring dari rumah


Kelahiran sang Baginda bertepatan dengan peristiwa tentara bergajah menyerang Kakbah atau Amul Fiil pada tahun 571 kalender Romawi.
“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, hari Senin adalah hari aku dilahirkan,” bunyi Hadis Riwayat Muslim, dikutip dari buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad karya Abdul Somad.
Diriwayatkan Ibnu Sa’ad Ahmad ibn Hanbal Darini dunia bersuka cita menyambut kelahiran Rasulullah. Cahaya menerangi istana-istana di Rum.
“Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup (kembali),” firman Allah SWT dalam surat Maryam ayat 33.
Muhammad kecil disusi oleh Halimah Sa’diyah. Halimah ikhlas menyusui Nabi meskipun ASI-nya sulit keluar. Allah SWT pun membalas kebaikan Halimah dengan membuat keledai kurusnya kembali berisi dan ASI-nya lancar kembali.
Nabi Muhammad tumbuh menjadi seorang yang berbudi pekerti yang baik. Tanda-tanda kenabian juga terlihat dari sosok Rasulullah.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21.
Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul ditandai dengan dengan menerima wahyu pertama pada saat berusia 40 tahun di Gua Hira. Sejak saat itu, Nabi Muhammad menyiarkan agama Islam dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.
Rasulullah meninggal dunia pada usia 63 tahun di hari Senin bulan Rabiul Awal setelah jatuh sakit selama 12 hari.
Kisah maulid Nabi ini dapat dijadikan momentum untuk meneladani sifat Rasulullah. Sejumlah aman juga bisa dilakukan dihari kelahiran Nabi Muhammad.
sumber :
artikel CNN Indonesia “Kisah Maulid Nabi, Sejarah Kelahiran Rasulullah SAW” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211018114241-284-709122/kisah-maulid-nabi-sejarah-kelahiran-rasulullah-saw.
Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Pembentukan Lembaga Sosial
LKPD/LKS NEW NORMAL PJJ DARING SEMESTER GANJIL
Oleh: Rina Mulati, S.Pd.














Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Pembentukan Lembaga Sosial.
LKPD/LKS NEW NORMAL PJJ DARING SEMESTER GANJIL
PERTEMUAN KESEMBILAN
Oleh: Rina Mulati, S.Pd.

– Mata Pelajaran : IPS – SOSIOLOGI.
– Materi : BAB 2 Interaksi Sosial dan Lembaga Sosial.
– Sub Materi : B. Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Pembentukan Lembaga Sosial.
– Halaman : 94 – 96
– Kelas/Semester : 7 (Tujuh)/1 (Gasal).
– Tahun Pelajaran : 2021-2022.
– Pembina : Ibu Rina
– Alokasi Waktu : 2 x 30′ atau 2 jampel.
A. Materi.
– Interaksi Sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial.
– Interaksi Sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya lembaga sosial
masyarakat yang bersangkutan.
– Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerjasama, menghargai, rukun, dan
gotong royong.
– Sikap-sikap itu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan dan
bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga sosial.
– Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Pembentukan Lembaga Sosial adalah interaksi
sosial manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup akan membentuk lembaga sosial.
– Setiap masyarakat mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok yang bila dikelompokkelompokkan terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan (Soerjono Soekanto,
dalam Sosiologi Suatu Pengantar, 2013).
– Berkumpulnya manusia membentuk pergaulan menghasilkan kelompok sosial yang
hidup bersama. Keadaan ini membutuhkan aturan.
Dari situlah lahir lembaga. Lembaga sosial terbentuk akibat dari adanya berbagai
aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui interaksi sosial.
– Fungsi lembaga-lembaga sosial di sini adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhan
atau berbagai keperluan pokok kehidupan manusia.
KESIMPULAN:
1. Interaksi sosial adalah syarat utama dalam pembentukan suatu lembaga dalam
masyarakat.
2. Interaksi sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya lembaga sosial
masyarakat yang bersangkutan.
3. Lembaga sosial tercipta dari adanya keteraturan dan ketertiban serta norma-norma
yang berlaku di kehidupan masyarakat.
4. Sikap-sikap saling bekerjasama, menghargai, rukun, dan gotong royong adalah
bentuk interaksi sosial manusia.
5. Semakin kompleks kehidupan suatu masyarakat, maka lembaga sosial yang
dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan bersama akan semakin
kompleks.
6. Lembaga sosial merupakan wadah pemenuhan kebutuhan hidup manusia sesuai
dengan kelompok-kelompoknya.
B. Tugas.
01. Silakan berdoa dulu sesuai dengan agama dan kepercayaan kalian masing-masing.
02. Siapkan Buku Paket IPS Kelas 7. Baca Bab 2 halaman 94-96.
03 buat kelompok dengan anggota 4 orang
Kelompok 1
Absen 1-4
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Keluarga
Kelompok 2
Absen 5-8
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Pendidikan
Kelompok 3
absen 9-12
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Ekonomi
Kelompok 4
Absen 13-16
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Agama
Kelompok 5
Absen 17-20
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Keluarga
Kelompok 6
Absen 21-24
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Pendidikan
Kelompok 7
Absen 25-28
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Ekonomi
Kelompok 8
Absen 29-32
tentang Pengaruh Interaksi social terhadap pembentukan Lembaga Agama
04. Tulislah tugas kalian itu di Buku Tugas atau di lembar kertas folio bergaris.
05. Kalian bisa menggunakan pensil atau spidol warna-warni untuk memperindah hasil
karya kalian.
06. Selamat Mengerjakan dan Semoga Sukses.
07. Jangan lupa untuk mengisi daftar absen WAG Kelas.
08. Ibu tunggu hasil karya tugas kalian pada saat tatap muka
09. Tetap patuhi Protokol Kesehatan (PROKES)
10. Stay Healthy, Stay Safe, and Stay at Home.
LKPD/LKS NEW NORMAL PJJ DARING SEMESTER GANJIL
Oleh: Rina Mulati, S.Pd.

– Mata Pelajaran : IPS – SOSIOLOGI.
– Materi : BAB 2 Interaksi Sosial dan Lembaga Sosial.
– Sub Materi : A. Interaksi Sosial.
– Halaman : 83-93
– Kelas/Semester : 7 (Tujuh)/1 (Gasal).
– Tahun Pelajaran : 2021-2022
– Pembina : Ibu Rina
– Alokasi Waktu : 2 x 30′ atau 2 jampel.
A. Materi.
– Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial.
A. Makhluk Individu:
1. Makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa.
2. Makhluk yang bisa bertahan hidup sendiri tanpa membutuhkan bantuan makhluk lain.
3. Makhluk yang memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.
B. Makhluk Sosial:
1. Makhluk yang tidak dapat bertahan hidup sendiri dan membutuhkan bantuan makhluk lain.
2. Makhluk bermasyarakat.
– Manusia disebut Makhluk Sosial karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
– Pengertian Interaksi Sosial.
1. Hubungan aksi dan reaksi seseorang dalam hubungannya dengan individu atau kelompok lain.
2. Merupakan proses yang dihadapi oleh kesadaran adanya orang lain dan seseorang tersebut memerlukan respons terhadap tindakan orang lain.
3. Hubungan sosial yang saling mempengaruhi antara manusia satu dengan manusia lainnya.
– Jenis Interaksi Sosial ada 2, yaitu:
1. Interaksi Sosial Asosiatif.
2. Interaksi Sosial Disosiatif.
– Arti Interaksi Sosial Asosiatif adalah bentuk interaksi sosial positif, yang mengarah pada kesatuan dan kerjasama.
– Arti Interaksi Sosial Disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang lebih mengarah kepada konflik dan perpecahan, baik individu maupun kelompok.
– Tokoh-tokoh Interaksi Sosial:
1. Gilin.
2. Macionis.
3. Broom dan Selznic.
4. Kimball Young dan Raymond W. Mack.
5. Homans.
6. Bonner.
– Syarat terjadinya Interaksi Sosial ada 2:
1. Kontak Sosial.
* Cara yang dilakukan seseorang dalam proses interaksi sosial.
2. Komunikasi.
* Kegiatan saling menafsirkan perilaku (gerakan fisik, pembicaraan atau sikap), dan perasaan-perasaan yang tersampaikan.
– Ciri-ciri Interaksi Sosial:
1. Jumlah pelaku lebih dari satu orang karena membutuhkan aksi dan reaksi.
2. Adanya komunikasi menggunakan simbol-simbol tertentu, yang harus dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi agar berjalan lancar.
– contoh: penggunaan Bahasa.
3. Dalam interaksi sosial juga ada dimensi waktu (masa lalu, kini dan masa depan).
4. Adanya tujuan ya g ingin dicapai, untuk menentukan apakah interaksi akan mengarah kepada kerjasama atau mengarah kepada pertentangan.
– Bentuk-bentuk interaksi sosial Asosiatif:
1. Kerjasama. yaitu: suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
– Bentuk kerjasama di Indonesia dikenal dengan nama gotong-royong.
– Ada 5 bentuk kerjasama:
a. Kerukunan.
b. Bargaining.
c. Kooptasi.
d. Koalisi.
e. Joint Venture.
2. Akomodasi, yaitu upaya atau proses untuk mengatasi ketegangan.
– Tujuan: mengurangi perbedaan pandangan dan pertentangan serta untuk mencegah terjadinya konflik.
– Jenis-jenis akomodasi:
1. Koersi.
2. Mediasi.
3. Konsiliasi.
4. Kompromi.
5. Arbitrase.
6. Toleransi.
7. Stalemate.
8. Ajudikasi.
3. Akulturasi:
a. Penerimaan unsur-unsur baru untuk menjadi suatu kebudayaan baru untuk menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur-unsur yang lama.
b. Merupakan hasil dari perpaduan dua kebudayaan yang berbeda.
4. Asimilasi, yaitu: usaha-usaha untuk meredakan perbedaan antar individu atau antar kelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
– Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Disosiatif:
1. Kompetisi atau persaingan, yaitu suatu hal yang dilakukan secara sportif sesuai aturan tanpa adanya benturan fisik.
2. Kontravensi, yaitu sikap menentang dengan tersembunyi agar tidak adanya perselisihan atau konflik terbuka.
– Kontravensi adalah proses sosial dengan tanda ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
– Macam-macamnya adalah: Kontravensi umum, sederhana, intensif, rahasia, dan taktis.
3. Konflik Sosial/pertikaian, yaitu hal yang terjadi karena perbedaan paham dan kepentingan.
– Ditandai dengan: ancaman, kekerasan, kontak fisik antar pihak-pihak yang bertentangan.
– Faktor-faktor yang mempengaruhi berlangsungnya suatu proses interaksi sosial:
1. Imitasi.
2. Sugesti.
3. Identifikasi.
4. Simpati.
B. Tugas.
01. Silakan berdoa dulu sesuai dengan agama dan kepercayaan kalian masing-masing.
02. Siapkan Buku Paket IPS Kelas 7 kalian. Baca Bab 2 halaman 83-93.
03. Tulis Judul Bab2 Materi A dan tulis tanggal serta hari pengerjaan tugas (hari ini).
04. Jangan lupa tulis juga nama lengkap, nomor urut absen, dan kelas kalian.
05. Silakan tulis soal dulu di buku tugas kalian.
06. Siapkan Buku Kamus Populer atau Buku Kamus IPS atau kuota internet.
07. Carilah dan atau susunlah kata-kata yang diacak di bawah ini di Buku Paket IPS:
01. TEKMIPOSI.
02. TESGUSI.
03. TAMPISI.
04. BARANGGINI.
05. TOPOSAKI.
06. LOKASII.
07. VARINNESTON.
08. ASOSINILIK.
09. NOSTALERI.
10. SALAMETET.
11. KISADUJIA.
12. ROMIKPOM.
13. RARABISIT.
14. SAMIDIE.
15. VUTOREJENNIT.
16. LISAMISIA.
17. TRULISAKAU.
18. FIKKNOL.
19. DOMISAKAO.
20. FASITASIO.
08. Kerjakan soal acak kata di Buku Tugas kalian.
09. Tulislah dengan spidol warna-warni.
10. Gunakan daya kreasimu untuk membuat karya terbaik.
11. Selamat mengerjakan dan Semoga Sukses.
12. Jangan lupa untuk mengisi daftar absen di WAG Kelas.
13. Ibu tunggu hasil karya tugas kalian pada saat pertemuan tatap muka.
14. Tetap patuhi Protokol Kesehatan (PROKES), yaitu: 5M
15. Stay Healthy, Stay Safe, and Stay at Home.




