Pelajaran 3 Creativity – Konten dan Teknik Penceritaan

di ambil dari materi seri guru belajar
Semangat Guru : Seri Kemampuan Nonteknis Dalam Adaptasi Teknologi

Nama saya Edward Suhadi. Saya akan berbagi tentang bagaimana kemampuan bercerita  adalah semangat belajar akan sesuatu yang baru, bukan hanya tugas untuk dikerjakan,

Apa itu kemampuan bercerita? 

Kesanggupan atau kekuatan yang dimiliki oleh individu untuk menyampaikan gagasan/ide secara lisan maupun tulisan yang mengisahkan tentang perbuatan, pengalaman atau kejadian.

Apa itu konten?

Segala bentuk komunikasi, terutama audio visual, yang berisi sebuah informasi, hiburan atau ajakan

Tiga tahap membuat konten

Praktik ini terdiri dari tiga komponen:

  • Membuat Rencana
  • Mengeksekusi
  • Memasarkan

Apa kaitannya dengan pembelajaran dengan teknologi?

Kemajuan teknologi dapat membantu kita dalam mengolah kemampuan bercerita. Kejujuran menjadi faktor yang penting.

Selalu kembali dengan melihat diri sendiri. Menarik atau tidak? Informatif atau tidak. Membuat peduli atau tidak? Kita sebagai pembuat  konten selalu dapat menjawab dengan tepat, tapi hambatan terbesarnya: Apakah kita bisa jujur pada diri sendiri?

Mari kita explorasi teknik membuat konten dengan teknik penceritaan.

Selamat belajar.

Edward Suhadi

Pelajaran 2 Critical Thinking : Berpikir Kritis & Teknologi

di ambil dari materi seri guru belajar
Semangat Guru : Seri Kemampuan Nonteknis Dalam Adaptasi Teknologi

Nama saya Adi Respati. Saya akan berbagi tentang berpikir kritis dan integrasinya dalam pembelajaran menggunakan teknologi.

Apa itu berpikir kritis?

Kata ‘berpikir kritis’ sudah menjadi kosa kata  harian kita. Dunia pendidikan menuntut guru mampu menumbuhkan berpikir kritis pada murid-murid mereka, bukan hanya sebagai kemampuan, tapi sebagai keterampilan.

Namun demikian, banyak dari kita yang tidak sadar apa sebetulnya berpikir kritis. CriticalThinking.org mendefinisikan berpikir kritis sebagai, “proses berpikir (observasi, refleksi, menalar) yang disiplin, mahir, dan aktif dalam membuat konsep dari, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan/atau mengevaluasi informasi.

Kolegas saya, Prof. Dr. Bagus Takwin, mendefinisikan berpikir kritis sebagai, “ keterampilan seseorang dengan akurat memutuskan sikapnya terhadap suatu informasi: setuju, tunda, atau tidak setuju”.

Perhatikan bahwa setiap kata kunci dalam berpikir kritis adalah kosa kata kita sehari-hari. Untungnya, ini membuat berpikir kritis mudah dipahami dan dipelajari.

Bagaimana menumbuhkan berpikir kritis menjadi keterampilan?

Setiap orang mampu berpikir kritis. Namun demikian, untuk menjadi keterampilan, berpikir kritis harus dipraktikkan setiap saat. Semakin dilatih, semakin akurat, dan akhirnya semakin menjadi insting.

‘Saya jadi sadar, saya jadi terpikir” sebagai teknik latihan berpikir kritis.

Episode ini membekali anda dengan keterampilan sederhana untuk menumbuhkan berpikir kritis pada murid anda.

Praktik ini terdiri dari dua komponen:

  1. Observasi: Diekspresikan lewat pernyataan, “Saya baru sadar bahwa…”
  2. Insight: Diekspresikan lewat pernyataan, “Saya jadi terpikir …. (bahwa/jangan-jangan/pantesan)”

Latihan ini sangat sederhana, hanya menuntut dua syarat. Anda harus:

  1. Menjadikannya sebagai kebiasaan anda dulu.
  2. Mendemonstrasikan di hadapan murid
  3. Mengintegrasikan kebiasaan ini dalam tugas murid

Apa kaitannya dengan pembelajaran dengan teknologi?

Teknologi adalah mitra yang tepat untuk mempraktikkan berpikir kritis. Perhatikan fitur apa (dalam aplikasi yang anda gunakan) yang dapat digunakan untuk mendemonstrasikan berpikir kritis. Pastikan murid mempraktikkan “saya sadar, saya berpikir” di berbagai kesempatan murid menggunakan teknologi (ketika tanya jawab di video meeting, ketika menyusun materi presentasi, ketika diskusi online di chat group, ketika memberikan komentar di LMS, dan lain-lain).

Adi Respati

Pelajaran 1 Resilience : Tangguh & Teknologi

di ambil dari materi seri guru belajar
Semangat Guru : Seri Kemampuan Nonteknis Dalam Adaptasi Teknologi

Nama saya Adi Respati. Saya bekerja sebagai konsultan adopsi teknologi dalam pembelajaran di Websis for Edu. Topik sharing kita saat ini adalah resiliensi dalam memelajari teknologi untuk pembelajaran.

Apa itu resiliensi?

Ilmuwan psikologi biasanya menggunakan istilah ‘lenting’ untuk menyepadankan kata resiliensi (resilience), yaitu: kemampuan sesorang untuk bangkit setiap kali mengalami desakan mundur, atau bahkan kegagalan.

Perjalanan menjadi matang menggunakan teknologi. 

Sebagai konsultan teknologi, kami melihat jelas betapa melimpah ruahnya potensi teknologi dalam meningkatkann pembelajaran. Namun, perjalanan menjadi pembelajar untuk mencapai tingkat-tingkat manfaat teknologi tersebut cukup panjang. Dalam marathon pembelajaran ini, kadang kita akan unggul kadang ketinggalan.

Di sinilah Bapak dan Ibu perlu menjadi resilien. Gunakan setiap momen keunggulan sebagai tenaga untuk semakin melaju, dan menyadari bawah setiap momen ketinggalan adalah wajar dan kita perlu mengatur  tenaga untuk mengejar.

Seperti dalam marathon, mengatur tenaga (baca: mengeolola resilensi) semakin efektif jika kita tahu masih berapa jauh atau berapa dekat kita dengan garis finish. Dalam marathon menunju elearning yang baik ini, peta kita adalah Kerangka SAMR.

Kerangka SAMR sebagai peta perjalanan menjadi matang dalam marathon menuju elearning yang efektif

SAMR adalah suatu kerangka yang mengilustrasikan tingkat kematangan seseorang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Tingkat kematangan ini terdiri dari (mulai dari tingkat pemula ke mahir): Substitution, Augmentation, Modification, dan Redefinition. Semakin matang kita dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, semakin besar peningkatan proses dan hasil yang terjadi dalam pembelajaran.

Apa kaitannya SAMR dan Resiliensi dengan Bapak dan Ibu memelajari teknologi?

Pertanyaan paling menjebak dalam elearning adalah aplikasi apa (lagi) yang harus pelajari untuk mengembangkan permbelajaran? Jika anda terjebak di pertanyaan ini, maka anda tersangkut terus-menerus di tingkat Substitution.

Pertanyaan yang tepat adalah: bagaimana lagi cara saya menggunakan teknologi (hardware dan aplikasi) yang sudah saya pelajari ini untuk mengembangan pembelajaran? Setiap tingkat lanjut (Augmentation, Modification, dan Redefinition) menuntut kita untuk mengubah kegiatan dan/atau tujuan pembelajaran. Mengetahui ini (kegiatan dan tujuan pembelajaran) membantu Bapak dan Ibu bisa menakar dengan lebih akurat berapa besar resliensi yang diharapkan dari Anda untuk menerobos masing-masing tingkat tersebut.

Adi Respati

Pengumuman PPDB On-line Tahap II SMP Negeri 1 Margasari TP.2021/2022

SELAMAT BAGI CALON PESERTA DIDIK YANG DITERIMA DI SMP NEGERI 1 MARGASARI
BERIKUT JADWAL DAFTAR ULANG UNTUK CALON PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 MARGASARI

HARI JUMAT, 2 JULI 2021 JAM 08.00 WIB dengan membawa :

  1. Semua berkas yang telah diunggah saat mendaftar
  • Kartu pendaftaran yang sudah dicetak
  • FC Akta kelahiran  (menunjukan aslinya)
  • FC Kartu keluarga (menunjukan aslinya)
  • Surat Keterangan Lulus
  • Surat Keterangan Nilai Raport
  • FC Ijazah MDTU (jika ada & menunjukan aslinya) atau Surat Kesanggupan melanjutkan MDTU
  • Surat Pernyataan Keabsahan Berkas
  • Pas Foto 3×4, 2 lembar

        Semua berkas dimasukan kedalam stopmap warna hijau ( Putra ) dan warna merah ( Putri ).

  1. Tetap menjaga protokoler kesehatan (memakai masker & tidak berkerumun)
  2. Memasuki ruangan yang sudah di tetapkan      
  3. Bagi CPD yang tidak melaksanakan daftar ulang pada waktu yang sudah di tentukan maka di nyatakan gugur

 

PENGUMUMAN JALUR ZONASI

link 1

Pengumuman PPDB On-line Tahap I SMP Negeri 1 Margasari TP.2021/2022

SELAMAT BAGI CALON PESERTA DIDIK YANG DITERIMA DI SMP NEGERI 1 MARGASARI
BERIKUT JADWAL DAFTAR ULANG UNTUK CALON PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 MARGASARI

HARI JUMAT, 2 JULI 2021 JAM 08.00 WIB dengan membawa :

  1. Semua berkas yang telah diunggah saat mendaftar
  • Kartu pendaftaran yang sudah dicetak
  • FC Akta kelahiran  (menunjukan aslinya)
  • FC Kartu keluarga (menunjukan aslinya)
  • Surat Keterangan Lulus
  • Surat Keterangan Nilai Raport
  • FC Ijazah MDTU (jika ada & menunjukan aslinya) atau Surat Kesanggupan melanjutkan MDTU
  • Surat Pernyataan Keabsahan Berkas
  • Pas Foto 3×4, 2 lembar

Semua berkas dimasukan kedalam stopmap warna hijau ( Putra ) dan warna merah ( Putri ).

  1. Tetap menjaga protokoler kesehatan (memakai masker & tidak berkerumun)
  2. Memasuki ruangan yang sudah di tetapkan      
  3. Bagi CPD yang tidak melaksanakan daftar ulang pada waktu yang sudah di tentukan maka di nyatakan gugur