Materi 1.Konsep Asesmen Nasional

di ambil dari materi “Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum untuk Tingkat SMP”

Pengantar

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar siswa yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

  1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kompetensi mendasar literasi membaca dan numerasi siswa.
  2. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa
  3. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah.

Seiring disosialisasikannya Asesmen Nasional, telah banyak respons yang disampaikan terkait konsep dan pelaksanaannya. Siswa, orangtua, guru, bahkan kepala sekolah mulai gelisah terkait penghapusan Ujian Nasional dan pemberlakuan Asesmen Nasional. Untuk menghindari hal itu, pemahaman yang utuh dan menyeluruh mengenai Asesmen Nasional pun perlu terus disebarluaskan.

Tujuan dan Manfaat Asesmen Nasional

Perubahan sistem evaluasi dari Ujian Nasional ke Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh. Asesmen Nasional dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar siswa.

  1. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau: (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu).
  2. Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter siswa.
  3. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Maka dari itu, hasil Asesmen Nasional sendiri diharapkan mampu memberikan manfaat, bukan sekedar nilai belaka. Pada tahun 2021, Mendikbud telah menyatakan bahwa hasil Asesmen Nasional dimaksudkan sebagai peta awal mutu sistem pendidikan secara nasional. Asesmen Nasional tidak akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja sekolah maupun daerah. Berikut infografis yang menjelaskan manfaat asesmen nasional.

Kaitannya dengan infografis tersebut, secara jangka panjang Asesmen Nasional memberi kesempatan sekaligus menuntut guru dan sekolah untuk memperbaiki kualitas pengajarannya guna menciptakan siswa yang lebih kompeten. Hal ini terlihat dari penekanan pembelajaran dan asesmen yang lebih fokus pada daya nalar dalam bentuk literasi membaca dan numerasi. Hal ini juga mendorong guru dan sekolah mengubah praktik-praktik pembelajaran lama yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

Bagaimana contohnya? Misalnya, guru ingin mengembangkan keterampilan literasi pada siswa. Dalam hal ini, guru perlu memotivasi siswa untuk membaca tidak hanya dari buku teks, tetapi bisa dari berbagai sumber. Guru juga perlu mengajak siswa berdiskusi dan mengevaluasi informasi yang dibaca, tidak sekedar meringkas dan mengulang kembali. Bagaimana dengan keterampilan numerasi? Pada keterampilan numerasi, guru perlu memastikan siswa memiliki intuisi angka (number sense) dan pemahaman aritmatika dasar sejak dini. Guru juga perlu memandu siswa memecahkan masalah terkait numerasi yang terjadi dalam konteks kehidupannya. Hal ini disebabkan masalah yang menuntut diskusi dan penalaran tidak dapat dipecahkan hanya dengan menghafal rumus semata.

Membandingkan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional

Beberapa pertanyaan yang seringkali muncul terkait penghapusan Ujian Nasional dan pemberlakuan Asesmen Nasional antara lain apakah Asesmen Nasional merupakan pengganti Ujian Nasional. Timbul pula kekhawatiran mengenai persiapan siswa, guru dan sekolah menghadapi Asesmen Nasional.

Untuk mendapatkan informasi yang tepat, Anda perlu membandingkan beberapa hal penting mengenai Ujian Nasional dan Asesmen Nasional terlebih dahulu. Berikut terdapat informasi mengenai perbandingan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional.

Berikut penjelasan setiap poin pembeda AN dan UN:

  1. Tujuan penyelenggaraan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional tidak sama. Seperti yang telah dijelaskan pada topik dan aktivitas sebelumnya, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi mutu sistem pendidikan di Indonesia, sedangkan Ujian Nasional bertujuan untuk mengevaluasi capaian hasil belajar siswa secara individu.
  2. AN diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, dan pendidikan menengah atas. Ini termasuk MI, MTS dan MAN, serta program kesetaraan. Sementara UN berlaku mulai jenjang pendidikan menengah pertama dan atas saja.
  3. Asesmen Nasional tidak diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan sebagaimana Ujian Nasional, melainkan di tengah jenjang pendidikan. Yaitu pada kelas 5, 8, 11. Hal ini dilakukan untuk mendorong guru dan sekolah melakukan tindak lanjut perbaikan mutu pembelajaran setelah mendapatkan hasil laporan AN. Jadi bukan sekedar untuk mengetahui capaian hasil belajar siswa sebagai salah satu syarat kelulusan.
  4. Pada pelaksanaannya, Asesmen Nasional menggunakan metode survei. Metode survei dilakukan dengan mengambil sampel siswa diambil secara acak dari setiap sekolah. Berbanding terbalik dengan Ujian Nasional yang menggunakan metode sensus dimana semua siswa di seluruh Indonesia wajib mengikutinya.
  5. Model soal asesmen yang diberikan dalam AN lebih bervariasi bukan sekedar pilihan ganda dan uraian singkat sebagaimana yang diberikan dalam UN.
  6. Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca dan numerasi. Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Sementara Ujian Nasional berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu. Hal inilah yang terkadang memberi kesan mata pelajaran yang penting dan kurang penting dalam pendidikan. Dalam hal ini, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.
  7. Metode penilaian AN dan UN pun berbeda meskipun keduanya berbasis komputer. AN menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing (MSAT). MSAT ialah metode penilaian yang mengadopsi tes adaptif, dimana setiap siswa dapat melakukan tes sesuai level kompetensinya.

Evaluasi Ujian Nasional

Kebijakan pelaksanaan Asesmen Nasional juga berangkat dari evaluasi yang dilakukan terhadap Ujian Nasional yang telah berlangsung selama ini. Ujian Nasional menjadi lebih berorientasi pada pencapaian hasil belajar individu dan pembelajaran yang berorientasi pada ujian. Sasaran kompetensi yang diharapkan sebagai perbaikan mutu pendidikan sendiri seringkali terabaikan. Selain itu, beberapa poin evaluasi berikut ini juga menjadi pertimbangan untuk menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional dan menetapkan penyelenggaraan Asesmen Nasional.

Pertama, Butir-butir soal UN hanya mengukur kemampuan kognitif siswa, sehingga input dan proses pembelajaran kurang dapat tergambarkan dengan baik. Hal ini belum sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kompetensi lain yang relevan dengan Abad 21, sebagaimana tercermin pada Kurikulum 2013. Harapan untuk mengevaluasi keterampilan siswa dalam menerapkan pengetahuan serta konsep melalui berbagai konteks kehidupan, serta menunjukan karakter sebagaimana yang diharapkan dalam profil pelajar pancasila belum lengkap dilakukan melalui UN saja.

Kedua, UN kurang dapat dimanfaatkan guru untuk memperbaiki pembelajaran pada subjek siswa yang sama. Asesmen Nasional dirancang untuk memberi dorongan lebih kuat ke arah pengajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi, termasuk di dalamnya kemampuan bernalar.

Ketiga, UN kurang optimal sebagai alat untuk mengevaluasi mutu pendidikan secara nasional. Hal ini disebabkan UN diterapkan di akhir jenjang pendidikan lebih sebagai assessment of learning yang mengukur capaian akhir, bukan sebagai sebagai assessment for learning, yang mengukur proses pembelajaran. Hasil UN tidak bisa digunakan untuk mengakomodir kebutuhan belajar yang diperlukan siswa.

Pemberlakuan Asesmen Nasional ini merupakan sinyalemen yang kuat dari pemerintah untuk terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Dan dari ketiga poin tersebut, maka sesungguhnya yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi Asesmen Nasional adalah pemahaman mengenai tujuan dan manfaat Asesmen Nasional, serta implikasinya pada perubahan praktik dan strategi pembelajaran di kelas. Siswa, guru, orangtua, kepala satuan pendidikan tidak lagi direkomendasikan untuk berlatih soal-soal persiapan AKM sebagaimana penilaian yang berbasis ujian.

Silakan membaca penjelasan lengkap pada tautan berikut ini Tanya Jawab Ujian Nasional

 

Pemberitahuan Awal Semester 2 TP.2020/2021

Mendasari surat dari Kepala SMP Negeri 1 Margasari, awal semester genap KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di lakukan dengan pola PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau biasa di sebut Daring (dalam Jaringan)  selama 2 pekan dari mulai tanggal 4 januari sd. 16 januari 2021. untuk senjutnya menunggu informasi dari dikbud Kab.Tegal.

“Ayo Persiapkan AKM mu, Menuju Sekolah Berkualitas”

Merdeka belajar adalah kebijakan besar dalam rangka mewujudkan transformasi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan menghapus Ujian Nasional (UN) diganti Asesmen Kompetensi. Asesmen nasional sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Diterapkannya kebijakan ini merupakan penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan. Tujuan utamanya mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

“Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum, dimana melalui AKM kita bisa memetakan sekolah-sekolah di daerah berdasarkan kompetensi minimum yang harus dipersiapkan,” jelas Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Hal itu disampaikan Sri Wahyuningsih ketika membuka Webinar Nasional untuk Guru yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Dasar bekerja sama dengna pendidikan.id. Webinar dengan tema “Ayo Persiapkan AKM mu, Menuju Sekolah Berkualitas” ini diikuti oleh ratusan ribu guru dari seluruh Indonesia melalui aplikasi Zoom dan channel Youtube Video Pendidikan Indoensia. Hingga Sabtu petang, video di channel Youtube itu sudah ditonton hampir 200.000 kali.

Sri Wahyuningsih melanjutkan, Kompetensi Minimun adalah kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya. Sehingga materi AKM ada dua yaitu terkait literasi atau baca tulis, serta literasi numerasi.

Literasi yang dimaksudkan di sini bukan sekedar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Serta menekankan literasi dan numerasi bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid agar dapat menggunakan konsep literasi ini untuk menganalisa sebuah materi.

”AKM dan Survei Karakter terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa, kemampuan bernalar menggunakan numerasi, dan penguatan pendidikan karakter. Dan AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi yang saya jelaskan tadi,” papar Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud.

Kedua aspek kompetensi minimun ini, lanjutnya, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat. Terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di kemudian hari.

Namun demikian, Sri Wahyuningsih mengingatkan, fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti dari pentingnya mata pelajaran. Karena justru dengan literasi dan numerasi ini membantu murid-murid untuk mempelajari bidang ilmu lain, terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka atau kuantitatif.

Bagian lain dari Asesmen Nasional adalah Survei Karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosio emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil Pelajar Pancasila. Ada enam indikator profil Pelajar Pancasila yaitu berakhlak mulia, kreativitas, gotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis dan kemandirian.

Para pembicara yang tampil dalam Webinar Nasional untuk Guru adalah Bagus Hary Prakoso, Ph.D dari Pusat Asesmen dan Pembelajaran pada Balitbang Kemendikbud, A. Riza Wahono, Ph.D., Msc, yang merupakan Top 50 Finalis Global Teacher Prize Varkey Foundation, Nur Fitria, M.A., yang merupakan PTP Ahli Muda Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud, dan Dessy Anggraini dari Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud.

Bagus Hary Prakoso, Ph.D memaparkan hasil PISA 2012 bahwa mayoritas siswa usia 15 tahun belum memiliki literasi dasar membaca, matematika dan sains. Anak-anak Indoensia tidak akan berdaya saing bila di sekolah mereka tak dilatih kecakapan hidup abad 21.

“Misalnya saja untuk membuat perbandingan, membuat penilaian data, berpikir kritis, membuat kesimpulan, memecahkan masalah dan menerapkan pengetahuan mereka pada konteks kehidupan nyata serta pada situasi yang masih asing,” papar Bagus.

Dia melanjutkan, alasan AKM memilih literasi dan numerasi karena literasi membaca dan numerasi adalah dua kompetensi minimum bagi siswa untuk belajar sepanjang hayat dan dapat berkontribusi kepada masyarakat.

”Menurut studi nasional & internasional, tingkat literasi siswa Indonesia masih rendah. Dan mengapa juga ada survei karakter dalam asesmen ini, karena pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa secara utuh. Asesmen nasional mendorong mengembangkan sikap, values, dan perilaku yang mencerminkan Pancasila,” katanya.

Dampak dari AKM diharapkan dapat memperbaiki budaya belajar, tidak ada dikotomi antara mata pelajaran UN dan mapel non UN, tidak ada mata pelajaran utama dan pelengkap, tidak ada percepatan materi atau bimbingan intensif serta meningkatkan proses pembelajaran.

 

artikel diambil dari

http://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/persiapkan-asesmen-kompetensi-minimum-akm-menuju-sekolah-berkualitas#

 

Jadwal PAS Tahun 2020/2021

Soal On Line :

Hari : Senin, 30 November 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Bahasa Indonesia Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Bahasa Indonesia Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Bahasa Indonesia Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Bahasa Indonesia Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Bahasa Indonesia Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Bahasa Indonesia Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

 

Soal On Line :

Hari : Selasa, 1 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Matematika Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Matematika Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Matematika Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Matematika Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Matematika Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Matematika Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

 

Soal On Line :

Hari : Rabu, 2 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel IPA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 8 Mapel IPA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 9 Mapel IPA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel IPA Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel IPA Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel IPA Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

 

Soal On Line :

Hari : Kamis, 3 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel B.Inggris Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 8 Mapel B.Inggris Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

klik di sini untuk kelas 9 Mapel B.Inggris Sesi 1 Jam 07.30 – 09.30

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel B.Inggris Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel B.Inggris Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel B.Inggris Sesi 2 Jam 10.00 – 12.00

 

Soal On Line :

Hari : Jumat, 4 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Pend. Agama Islam Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Pend. Agama Islam Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Pend. Agama Islam Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Pend. Agama Islam Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Pend. Agama Islam Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Pend. Agama Islam Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

 

Soal On Line :

Hari : Sabtu, 5 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel IPS Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel IPS Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel IPS Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel IPS Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel IPS Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel IPS Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

 

Soal On Line :

Hari : Senin, 7 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel PPKn Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel PPKn Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel PPKn Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel PPKn Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel PPKn Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel PPKn Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

 

Soal On Line :

Hari : Selasa, 8 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Seni Budaya Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Seni Budaya Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Seni Budaya Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel Seni Budaya Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel Seni Budaya Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel Seni Budaya Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

 

Soal On Line :

Hari : Rabu, 9 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel PJOK Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel PJOK Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel PJOK Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel PJOK Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel PJOK Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel PJOK Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

 

Soal On Line :

Hari : Kamis, 10 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel PRAKARYA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel PRAKARYA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel PRAKARYA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel PRAKARYA Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel PRAKARYA Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel PRAKARYA Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

 

Soal On Line :

Hari : Jumat, 11 Desember 2020

SESI 1

klik di sini untuk kelas 7 Mapel BASA JAWA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel BASA JAWA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel BASA JAWA Sesi 1 Jam 07.30 – 09.00

SESI 2

klik di sini untuk kelas 7 Mapel BASA JAWA Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 8 Mapel BASA JAWA Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

klik di sini untuk kelas 9 Mapel BASA JAWA Sesi 2 Jam 09.30– 11.00

 

CATATAN :

  1. Soal Online bisa di lihat sesuai dengan ketentuan jadwal yang tertera.
  2. Fasilitas tersebut dia atas di siapkan apabila di perlukan dan ketentuan lebih lanjut akan di informasikan kembali.

 

HUT KORPRI yang ke-49

Dalam peringatan hari jadinya yang ke-49 ini, Korpri mengusung tema

“Korpri Borkontribusi Melayani dan Mempersatukan Bangsa”.

Tema tersebut diambil dalam sebagi bentuk memenuhi tugas dan tanggung jawab seorang pegawai.

Dalam era keterbukaan informasi seperti saat ini, Korpri dituntut untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal.

 

Pengertian : Lambang KORPRI adalah lambang organisasi KORPRI dengan bentuk dasar terdiri dari Pohon, Bangunan berbentuk balairung serta Sayap yang dilengkapi dengan berbagai ornamennya.

Lambang terdiri dari 3 (tiga) bagian pokok :

POHON dengan 17 ranting, 8 dahan dan 45 daun, yang melambangkan perjuangan sesuai dengan fungsi dan peranan KORPRI sebagai Aparatur Negara Republik Indonesia yang dimulai sejak diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17-8-1945.

BANGUNAN berbentuk balairung dengan lima tiang, melambangkan tempat dan wahana sebagai pemersatu seluruh anggota KORPRI, perekat bangsa pada umumnya untuk mendukung Pemerintahan Republik Indonesia yang stabil dan demokratis dalam upaya mencapai Tujuan Nasional dengan berdasarkan Pancasila dan Jatidiri, Kode Etik serta Paradigma Baru Korpri.

SAYAP yang besar dan kuat ber-elar 4 (empat) ditengah dan 5 (lima) ditepi melambangkan pengabdian dan perjuangan KORPRI untuk mewujudkan organisasi yang mandiri dan profesional dalam rangka mencapai cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia yang luhur dan dinamis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Panca Prasetya Koprs Pegawai Republik Indonesia, yaitu:

Kami Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjanji:

1. Setia dan taat kepada negara kesatuan dan pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;

2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara,serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;

3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;

4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia ;

5. Menegakkan kejujuran, keadilan, dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

 

KAMI KELUARGA BESAR

SMP NEGERI 1 MARGASARI 

KAB. TEGAL

MENGUCAPKAN SELAMAT HUT KORPRI

YANG KE- 49

“Korpri Borkontribusi Melayani dan Mempersatukan Bangsa”

Hari Guru Nasional Tahun 2020

Selamat Hari Guru Nasional 2020. Jasamu tak kaaj tergantikan oleh apapun di dunia ini sampai kapanpun.

Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2020. Kebaikanmu akan selalu kami ingat, perjuanganmu akan selalu kami kenang, dimana pun dan kapanpun.

Terimakasih telah membimbing kami hingga sekarang. Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh guru di Indonesia.

Modul Matematika Aljabar

guru mapel : Irawan Bagus Panuntun, S.Pd

Konsep aljabar banyak digunakan dalam kehidupan, misalnya dalam bidang
perdagangan dan ekonomi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, aljabar (algebra)
merupakan cabang matematika yang menggunakan tanda – tanda atau huruf – huruf untuk
menggambarkan atau mewakili angka – angka.
Kita seringkali menjumpai masalah yang tidak dapat langsung kita selesaikan,
khususnya masalah yang berkaitan dengan aljabar. Agar lebih mudah dalam menyelesaikan
suatu masalah, maka masalah tersebut harus dirubah dahulu dalam bentuk aljabar. Modul ini
menyajikan materi tentang bentuk aljabar dan unsur-unsurnya serta operasi hitung aljabar,
dengan harapan dapat memberikan penjelasan materi aljabar dalam kehidupan sehari – hari
sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik.
Saya menyadari dalam penulisan modul ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak
kekurangan. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan di
masa mendatang. Besar harapan saya, semoga modul ini dapat diterima dan memberikan
manfaat kepada peserta didik.

Modul ini disusun dengan harapan dapat memberikan penjelasan materi aljabar, khususnya
unsur-unsur bentuk aljabar, dan operasi hitung bentuk aljabar yang dibutuhkan peserta
didik SMP/MTs. Modul ini dapat digunakan dengan atau tanpa pendidik yang memberikan
penjelasan materi.
Tujuan penyusunan modul ini dapat memfasilitasi peserta didik dalam memahami materi
aljabar. Selain itu diharapkan, dengan menggunakan modul ini peserta didik dapat belajar
dengan kecapatan belajar masing-massing dalam pembelajaran menggunakan sistem
individual.

MODUL SELENGKAPNYA SILAHKAN KLIK DI SINI

Kegiatan Pramuka SMP Negeri 1 Margasari di masa Covid-19

pembina pramuka : Bpk. Agus Umar Hakim, S.Pd

Sebagai sebuah gerakan nasional revolusi mental yang ingin diterapkan dalam pendidikan, Kemendikbud menetapkan lima nilai utama karakter yang saling berkaitan, membentuk jejaring nilai yang perlu dielaborasikan sebagai prioritas gerakan PPK. Kelima nilai karakter bangsa yang dimaksud yaitu religious, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Semua nilai karakter tersebut dapat diaplikasikan dalam aktivitas kepramukaan.

Untuk itu generasi milenial perlu diberi kesempatan bergelut dan menekuni kepramukaan dengan kegiatan positif yang bermakna selaras dengan penguatan pendidikan karakter.

Bila karakter generasi milenial sudah terbentuk, tentunya keberlangsungan hidup suatu bangsa akan bisa terus survival sebagaimana yang diharapkan. Tanggung  jawab untuk menjaga keutuhan NKRI akan terus digaungkan sampai dapat melintasi batasan ruang dan waktu. Generasi milenial pramuka ibarat tunas kelapa yang siap ditanam di setiap jengkal bumi pertiwi demi tetap tegak dan kokohnya bangunan bangsa ini.

Maka dari pada itu SMP Negeri 1 Margasari khususnya kepramukaan tetap melaksanakan kegiatanya selama masa pandemi salah satuanya mengubah jadwal yang saat normal dilakukan tiap hari jumat pukul 14.30 sd. 16.30 tapi sekarang di ganti tiap hari jumat pukul 09.30 sd. 11.00 dan sabtu pukul 11.00 sd. 11.30 seusai jam KBM .

KISI-KISI PAS Gasal TP.2020/2021

Berikut Kisi -Kisi PAS Gasal TP.2020/2021

Mapel PRAKARYA

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 PRAKARYA kelas 7
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 PRAKARYA kelas 8
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 PRAKARYA kelas 9

Mapel B.INGGRIS

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 B.INGGRIS kelas 7
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 B.INGGRIS kelas 8
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 B.INGGRIS kelas 9

Mapel Pend. Agama Islam dan BP

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 Pend. Agama Islam dan BP kelas 7 ( paket 1 / paket 2)
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 Pend. Agama Islam dan BP kelas 8 ( paket 1 / paket 2)
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 Pend. Agama Islam dan BP kelas 9 ( paket 1 / paket 2)

Mapel PPKn

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 PPKn kelas 7
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 PPKn kelas 8
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 PPKn kelas 9

Mapel IPS

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 IPS kelas 7
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 IPS kelas 8
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 IPS kelas 9

Mapel SB

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 SB kelas 7
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 SB kelas 8
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 SB kelas 9

Mapel Matematika

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 Matematika kelas 7
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 Matematika kelas 8
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021 Matematika kelas 9

Mapel

  1. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021  kelas 7
  2. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021  kelas 8
  3. Kisi-Kisi PAS Gasal TP.2020/2021  kelas 9