Siswa SMP Negeri 1 Margasari berkaya di BPTIK DIKBUD JATENG

Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) telah mengalihkan perhatian
dunia. Mau tidak mau, kita semua memasuki masa tatanan dan sistem
dunia yang berbeda, selama dan pasca pandemi Covid-19. Begitu juga
dengan dunia pendidikan, harus menyesuaikan ritme yang baru dari
dampak Covid-19. Semua harus bersiap memasuki dunia pendidikan
yang baru pada masa pendemi dan pasca Covid-19 dan dituntut untuk
bergerak cepat, menyesuaikan tantangan zaman, memaksimalkan
teknologi dan kreativitas.
Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan
dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mempunyai tugas melaksanakan
teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu Dinas di
bidang pengembangan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan
dan kebudayaan. Untuk melaksanakan tugas tersebut tentunya BPTIK
Dikbud harus terus melakukan inovasi baru terutama dalam menyikapi
kebijakan gagasan Mas Menteri Nadiem Makarim tentang Merdeka
Belajar dan Guru Penggerak. Konsep merdeka belajar menjadikan
pendidik dan siswa mengeksplorasi kreatifitas, sementara guru
penggerak menjadi subyek yang terus menerus mencari solusi atas
tantangan.
Dalam rangka melaksanakan tugas di bidang pengembangan teknologi,
informasi dan komunikasi dan sekaligus memberikan wahana bagi guru
dan siswa di Jawa Tengah agar tetap bisa berkarya, belajar dan
berprestasi di bidang teknologi, informasi dan komunikasi, maka BPTIK
Dikbud menyelenggarakan “Gelar Karya Virtual Guru dan Siswa
Jawa Tengah Tahun 2020”.

Namun demikian menyikapi perkembangan bencana Corona Virus
Disease (Covid-19) di Jawa Tengah serta dalam rangka mengantisipasi
dampak penyebaran Covid-19 yang lebih luas kepada masyarakat, maka
penyelenggaraan kegiatan Gelar Karya Virtual Guru dan Siswa
Jawa Tengah Tahun 2020 yang dilaksanakan secara Daring (Online).
Kegiatan Gelar Karya Virtual Guru dan Siswa Jawa Tengah Tahun
2020 akan diikuti oleh guru dan siswa jenjang pendidikan SD/MI/SDLB
sederajat, SMP/MTs/SMPLB sederajat dan SMA/SMK/MA/SMALB
sederajat di Jawa Tengah.
Dengan diselenggarakan kegiatan ini, diharapkan para guru dan siswa
sebagai salah satu bentuk alternatif implementasi program merdeka
belajar bagi guru dan siswa, yang menarik dan menantang dalam
rangka membina dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan,
kreativitas dan inovasi guru dan siswa melalui teknologi di era pandemi
Covid-19.
Untuk menjamin kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Gelar Karya
Virtual Guru dan Siswa Jawa Tengah Tahun 2020 sesuai yang
dengan yang diharapkan, perlu disusun Panduan Pelaksanaan yang
dapat dijadikan pegangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan, antara
lain: panitia, tim juri/juri, peserta, dan berbagai pihak lain yang terkait.

klik di sini juga

RAPAT ANGOTA PGRI RANTING SMP NEGERI 1 MARGASARI MASA BAKTI XXII TAHUN 2020-2025

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Guru_Republik_Indonesia

Persatuan Guru Republik Indonesia (disingkat PGRI) adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda, pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

PGRI memiliki afiliasi dengan ASEAN Council of Teachers. PGRI juga tergabung dalam Education International, sebuah organisasi guru dunia yang terdiri dari 172 negara.

Sejarah

Pada awalnya organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda, mereka umumnya bertugas di sekolah desa dan sekolah rakyat angka dua.

Tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu, di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi terhadap pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka”.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik “merdeka” bertalu-talu, di tengah bau mesiu pengeboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan:

  1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.

Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Arti lambang PGRI

Berikut ini penjelasan tentang arti pada lambang PGRI:

  • Bentuk: cakra/lingkaran melambangkan cita-cita luhur dan daya upaya menunaikan pengabdian terus-menerus.
  • Ukuran, corak, dan warna bidang: bagian pinggir lingkaran berwarna merah melambangkan pengabdian yang dilandasi kemurnian dan keberanian bagi kepentingan rakyat. Warna putih dengan tulisan “Persatuan Guru Republik Indonesia” melambangkan pengabdian yang dilandasi kesucian dan kasih sayang. Panduan warna pinggir merah-putih melambangkan pengabdian kepada negara, bangsa, dan tanah air Indonesia.
  • Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning: Simbol yang melambangkan fungsi guru (pada pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan perguruan tinggi) dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidik yang besar dan luhur.
  • Nyala api dengan 5 sinar warna merah: Simbol yang melambangkan arti ideologi Pancasila, dan arti teknis yakni sasaran budi pekerti, cipta, rasa, karsa, dan karya generasi.
  • Empat buku mengapit suluh: Posisi 2 datar dan 2 tegak (simetris) dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan dan akhlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan tinggi.
  • Warna dasar tengah hijau: Simbol yang melambangkan kemakmuran generasi.

 

Pengurus PGRI SMP Negeri 1 Margasari 2020-2025

 

Ketua : Rina Mulati, S.Pd.

Wakil Ketua : Tokhidin, S.Ag.

Sekretaris : Abdul Khamid, S.Pd., M.Pd.

Bendahara : Fasikhatul Ajizah, S.Pd.

Anggota :

Masturoh, S.Pd.

Lusi Weni Irmayanti, S.Pd.

Novi Diana Sari, S.Pd.

Toridah, S.Pd.

Panduan Asesmen di Awal Pembelajaran

Pandemi Covid-19 memaksa guru dan siswa untuk langsung mengubah cara pembelajaran normal menjadi Pembelajaran Jarak Jauh. Keadaan darurat membuat guru lupa melihat dan mempertimbangkan kondisi kesiapan siswa baik secara kognitif dan non kognitif sebelum dan selama Pembelajaran Jarak Jauh. Hal ini berimbas pada tantangan-tantangan yang sudah disebutkan di sesi sebelumnya.

Berangkat dari isu ini, selain menetapkan kebijakan mengenai kurikulum pada kondisi khusus di masa pandemi, Mendikbud juga mengimbau guru untuk melakukan asesmen diagnosis. Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Panduan Asesmen di Awal Pembelajaran

UH fungsi kuadrat kelas 9

guru mapel : Masturoh,S.Pd

TIDAK BOLEH BUKA BUKU 

MENGERJAKANNYA SESUAI DENGAN JADWAL

Ketentuan Mengerjakan  :

  1. Pastikan punya akun gmail dan password tdk lupa
  2. Kesempatan mengerjakan 1 peserta hanya 1x
  3. Ketika sudah masuk disegerakan mengerjakan sampai selesai.
  4. Pastikan semua isian terisi dengan baik dan benar sebelum di kirim
  5. isi kolom Nama menggunakan huruf balok
  6. pastikan HP terkoneksi internet (yg tdk memeiliki kwota mohon salah satu temen membantunya)

 

kalo sudah paham silahkan klik disini :

selamat mengerjakan

Kanvas Strategi Merdeka Belajar

Penyusun : Bukik Setiawan dan Elisabet Indah Susanti

Upaya merancang strategi pembelajaran seringkali disimplifikasi sekedar mengisi format silabus atau RPP. Guru tidak dibekali cara berpikir desain yang menjadi dasar dalam mendesain strategi pembelajaran apa pun. Padahal tugas membuat rancangan belajar adalah salah satu tugas yang paling menantang bagi guru. Terkesan abstrak, kompleks karena hubungan satu sama lain, dan tidak mudah diprediksi. Dengan tuntutan yang tinggi dan waktu terbatas, guru seringkali menduplikasi desain strategi pembelajaran dari orang lain.

Strategi pembelajaran adalah perangkat utama bagi profesi guru. Kemampuan mendesain strategi pembelajaran pada guru setara dengan kemampuan membuat resep atau intervensi pada dokter. Tanggung jawab profesi guru bermula dan terutama pada strategi pembelajaran yang digunakan.

Dalam kesempatan ini, Kampus Guru Cikal memperkenalkan sebuah alat bantu sederhana yang disebut sebagai Kanvas Strategi Merdeka Belajar. Kanvas ini bukan format silabus atau RPP yang baku, tapi alat bantu berpikir, alat untuk memvisualisasikan proses berpikir sehingga lebih mudah dimodifikasi, diperbaiki dan dikembangkan.

Dengan kanvas ini, guru bisa melihat gambaran besar rancangan proses belajar, termasuk melihat keterkaitan antar elemen. Kemudahan visual ini akan membangun kesadaran pada guru bahwa perubahan pada 1 elemen akan mempengaruhi elemen yang lain.

Tujuan Penggunaan

Kanvas Strategi Merdeka Belajar adalah alat bantu berpikir untuk menyusun:

  1. Silabus, rangkaian tahapan pembelajaran dalam 1 triwulan/semester
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), satu atau lebih pertemuan Untuk desain kurikulum, butuh kanvas yang lebih kompleks lagi.

Kunci Merdeka Belajar

Desain strategi pembelajaran bermula dari kemerdekaan belajar pada guru menjadi kemerdekaan belajar pada murid. Pada sisi guru, merdeka belajar adalah kunci awal untuk menggunakan kanvas ini, karena tanpa kemerdekaan belajar hanya akan melahirkan duplikasi desain tanpa memahami konteksnya. Pada sisi murid, strategi pembelajaran merdeka belajar membuat murid gemar belajar meski proses pembelajaran telah selesai. Kemerdekaan belajar yang dibutuhkan murid dalam mengatasi tantangan belajar di dunia nyata.

Prinsip Desain Strategi Merdeka Belajar

  1. Berpusat pada murid. Murid yang akan mengalami proses belajar sehingga desain belajar apapun harus dipastikan kesesuaiannya dengan profil murid. Pemahaman terhadap murid bisa dilakukan melalui berbagai cara: data sekunder sekolah, laporan belajar semester sebelumnya, asesmen di awal semester dan observasi pada minggu awal proses
  2. Proses bersifat iterasi. Proses mendesain proses belajar bukan proses yang langsung jadi, tapi bersifat iterasi. Dikaji dan diperbaiki berulang-ulang sampai menemukan desain belajar yang komprehensif. Elemen awal bisa jadi direvisi kembali setelah bagian akhir diselesaikan. Setelah selesai proses desain, isi kanvas dituangkan dalam format silabus atau RPP sesuai tujuan awal dalam mendesain. Anda bisa membuat sendiri atau memodifikasi format silabus atau RPP yang tersedia.
  3. Cita, Cara dan Cakupan Belajar. Kurikulum maupun desain belajar terdiri dari 3 komponen yaitu cita, cara dan cakupan. Cita atau kurikulum yang dinilai adalah tujuan belajar yang mau dicapai beserta bukti dan cara asesmennya. Cara atau kurikulum yang dialami murid adalah rangkaian strategi dan kegiatan belajar yang dilakukan guru. Cakupan atau kurikulum yang tertulis adalah konten/isi yang dipelajari murid sebagai konteks menguasai cita. Pemahaman terhadap 3 komponen ini akan membantu guru dalam merefleksikan suatu desain belajar.

Elemen Kanvas Strategi Merdeka Belajar

Kanvas strategi merdeka belajar terdiri dari 5 elemen yaitu:

  1. Profil Murid: Bagaimana gambaran karakteristik murid di kelas yang menjadi dasar untuk menyesuaikan atau menyusun elemen yang lain?
  2. Tujuan pembelajaran: Apa capaian belajar yang akan dicapai dalam satu atau sejumlah pertemuan? Tujuan pembelajaran biasanya diterjemahkan dari kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Dalam praktik, guru perlu melakukan upaya melibatkan murid untuk mengubah tujuan pembelajaran menjadi tujuan
  3. Bukti dan Asesmen: Bukti: Apa produk atau hasil usaha murid yang membuktikan penguasaan suatu kompetensi? Asesmen: Apa serangkaian penilaian untuk memahami upaya dan hasil belajar murid dalam menguasai suatu kompetensi?
  4. Strategi pembelajaran: Bagaimana serangkaian tahapan dan aktivitas belajar baik yang dilakukan mandiri oleh murid maupun yang dipandu oleh guru? Strategi ini mengantarkan murid dari kondisi awal yang digambarkan pada elemen Profil Murid menuju penguasaan Tujuan Belajar.
  5. Cakupan: Apa saja konten atau isi dari satu atau lebih pelajaran yang digunakan guru untuk membantu murid menguasai Tujuan Belajar? Penting juga menuliskan sumber dari konten belajar tersebut.

Tahapan

Tahap Pembuatan Kanvas

 Profil Murid

  1. Petakan setidaknya 3 faktor: minat, cara belajar, pekerjaan orangtua
  2. Petakan 3 faktor dari seluruh murid. identifikasi poin yang dominan pada 3 faktor tersebut. Misal: Pekerjaan orangtua: mayoritas petani, sebagian pegawai & pengrajin
  3. Tuliskan 3 poin dominan untuk setiap 3 faktor di Kanvas Strategi Merdeka Belajar
  4. Bila telah mahir, Anda bisa menambahkan jumlah faktor yang dipetakan

Tujuan pembelajaran

  1. Identifikasi kompetensi yang akan dipelajari, boleh lebih dari 1 kompetensi yang memungkinkan untuk dicapai dalam proses belajar yang
  2. Pastikan menggunakan format kompetensi: kata kerja + topik/bidang + kriteria. Apabila belum, Anda bisa melakukan revisi agar sesuai dengan format tersebut
  3. Lengkapi dengan pertanyaan kunci untuk melakukan eksplorasi pemahaman utuh terhadap tujuan pembelajaran

Bukti dan Asesmen

  1. Tuliskan produk atau hasil belajar murid yang bisa menggambarkan keberhasilan murid dalam menguasai suatu kompetensi. Format: kata benda + kriteria
  2. Tuliskan cara dan pihak yang melakukan penilaian terhadap produk atau hasil belajar. Sebuah produk bisa dinilai dengan beragam cara dan beragam

Strategi pembelajaran:

  1. Gunakan cara berpikir mundur (backward thinking), rumuskan rangkaian kegiatan mulai kegiatan sebelum hasil akhir (tujuan, bukti & asesmen) hingga kegiatan awal pembelajaran.
  2. Setelah menyusun strategi, periksa kembali dengan menjawab pertanyaan yang mengacu pada 5M Cara Mengajar Cikal:
    1. Memberdayakan Konteks. Bagaimana produk/hasil belajar murid relevan dengan kehidupan sehari-hari?
    2. Memilih Tantangan. Bagaimana murid mendapat pilihan tantangan belajar yang sesuai minat dan kemampuannya?
    3. Membangun Keberlanjutan. Bagaimana dan pada saat apa umpan balik diberikan pada murid ketika mengerjakan produk/hasil belajar?
    4. Memahami Konsep. Bagaimana murid mengidentifikasi dan mempelajari konsep kunci?
    5. Memanusiakan Hubungan. Bagaimana murid merasa dipahami di awal dan sepanjang proses belajar?

Cakupan

  1. Pada elemen sebelumnya, topik dan konten pelajaran mungkin sudah terbayang tapi penting mengenali dan menuliskannya pada bagian ini. Tuliskan topik, konsep dan sumber belajar yang relevan
  2. Pastikan sumber belajarnya beragam: teks, video, jurnal, modul, narasumber atau observasi.

Tahap Kajian Kanvas

  1. Pastikan semua elemen kanvas telah diisi. Bila merasa ragu, tetap diisi. Karena hanya dengan diisi maka kanvas bisa dikaji
  2. Perhatikan dan pelajari keterkaitan setiap elemen kanvas. Apakah setiap elemen relevan dengan elemen yang lain? Bila ada yang terasa janggal, tandai. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang perlu diperbaiki atau diubah? Lakukan revisi
  3. Cari umpan balik dari rekan guru yang lain. Tiga kategori guru yang relevan dimintai umpan balik: guru bidang studi, guru pada kelas yang sama, guru jenjang sebelum atau setelahnya. Terima dan simak semua umpan balik. Gunakan umpan balik untuk melakukan revisi
  4. Pada kelas besar (kelas 4 ke atas), bisa juga minta umpan balik dari murid

Tahap Penggunaan Kanvas

  1. Kembali pada tujuan awal pembuatan kanvas, penyusunan silabus atau RPP. Penyusunan silabus disarankan secara kolektif. Setelah silabus selesai, guru menyusun
  2. Untuk penyusunan RPP, hasil kanvas dipindahkan ke format RPP yang digunakan berdasarkan keputusan guru dan sekolah. Tidak ada masalah dengan keragaman format RPP. Sebagian guru merasa cukup dengan RPP yang sederhana, sebagian yang lain butuh RPP yang detail termasuk skrip yang akan disampaikan di
  3. Dokumen RPP adalah dokumen hidup, dokumen yang terus menerus dikembangkan sepanjang proses pembelajaran. Apabila dinamika kelas mengarah pada arah yang berbeda dengan yang ditetapkan pada RPP, jangan ragu melakukan perubahan RPP. Perubahan RPP tetap bisa menggunakan kanvas strategi merdeka

Lampiran dan Sumber Belajar:

  1. Panduan Kanvas Strategi Merdeka Belajar. Unduh di
  2. Lembar Kanvas Strategi MerdekaUnduh di

 

Penyusun

Bukik Setiawan, budi.muhamad@cikal.co.id, media sosial @Bukik Elisabet Indah Susanti, elissabet.susanti@cikal.co.id

 

Desainer Grafis

  1. Abdurrahman Basyaiban, muhammad.abdurrahman@cikal.co.id, media sosial @mamanbasyaiban

Buku Saku Tanya Jawab RPP

Kebijakan Penyederhanaan RPP merupakan salah satu kebijakan “Merdeka Belajar” yang diusung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim untuk mendukung program prioritas Presiden RI Joko Widodo dalam upaya meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan bermutu. Kebijakan ini mengangkat tentang penyusunan dan pengembangan RPP yang dapat dilakukan secara sederhana oleh guru sesuai dengan prinsip: efisiensi, efektif, dan berorientasi pada murid. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP dimana RPP hanya terdiri dari 3 komponen yang meliputi: tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment).

Guru dapat menyusun, mengembangkan, memilih, memodifikasi dan menggunakan RPP secara bebas dan sederhana sesuai dengan 3 prinsip tersebut diatas. Tujuan dari penyederhanaan RPP ini adalah untuk meringankan beban administratif guru dan memberikan kebebasan kepada guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam proses pembelajaran Mengutip pernyataan Mas Menteri, esensi dari sebuah RPP adalah bukan dari sekedar penulisan RPPnya melainkan tentang proses refleksi guru terhadap pembelajaran yang terjadi. Guru saat menulis sebuah RPP, kemudian dilaksanakan dalam proses pembelajaran, dan guru melihat RPPnya kembali untuk melakukan refleksi apakah maksud dari RPP yang disusun telah tercapai dalam proses pembelajaran. Maka disitulah terjadi pembelajarannya, bukan pada penulisan RPP yang berjumlah 10 halaman atau lebih yang hanya sekedar untuk administrasi saja.

Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya untuk mensosialisasikan kebijakan Penyederhanaan RPP ini kepada para pemangku kepentingan pendidikan. Salah satu upayanya adalah tersusunnya Buku Saku “Tanya Jawab RPP di Sekolah Dasar”. Buku saku ini memuat seputar tanya jawab tentang penyusunan dan pengembangan RPP secara bebas dan sederhana sesuai dengan Kurikulum 2013. Harapannya buku saku ini dapat memberikan informasi dan pemahaman tentang esensi RPP sebagai suatu proses pembelajaran, khususnya untuk para guru. Semoga buku ini dapat memberikan stimulus untuk terus berkreasi dan berinovasi dengan bebas. Selamat membaca dan salam “merdeka belajar”!

Jakarta, Februari 2020

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Ir. Harris Iskandar, Ph.D.

lebih jelasnya Buku Saku Tanya Jawab RPP bisa klik di sini

Ulangan Mapel MATEMATIKA kelas 9D

guru mapel : Lusi Irmayani S.Pd

TIDAK BOLEH BUKA BUKU 

MENGERJAKANNYA SESUAI DENGAN JADWAL

Ketentuan Mengerjakan  :

  1. Pastikan punya akun gmail dan password tdk lupa
  2. Kesempatan mengerjakan 1 peserta hanya 1x
  3. Ketika sudah masuk disegerakan mengerjakan sampai selesai.
  4. Pastikan semua isian terisi dengan baik dan benar sebelum di kirim
  5. isi kolom Nama menggunakan huruf balok
  6. pastikan HP terkoneksi internet (yg tdk memeiliki kwota mohon salah satu temen membantunya)

 

kalo sudah paham silahkan klik disini :

selamat mengerjakan

PJJ PAI kelas 9 BAB 3 Menuai Keberkahan dengan rasa Hormat dan Taat Kepada Orang Tua dan Guru

Guru Mapel : Sri Yuni Asih, S.Pd.I

Bacalah dan salin dalam bentuk rangkuman materi berikut.

Menuai Keberkahan dengan rasa Hormat dan Taat Kepada Orang Tua dan Guru

Sebelum lahir ke dunia, kita berada di perut ibu kurang lebih sembilan bulan lamanya. Saat seorang ibu sedang hamil, badannya lemah bertambah lemah dan terasa makin susah. Terlebih saat melahirkan, sungguh nyawa menjadi taruhannya. Setelah anaknya lahir, tugas seorang ibu selanjutnya adalah merawat dan membesarkan anak – anaknya. Ketika anaknya lapar, ibu segera menyuapi dengan penuh kelembutan. Saat anaknya sakit, seorang ibu akan segera memeriksakan anaknya ke dokter atau bidan supaya segera sembuh.

Seorang ayah bekerja keras demi menghidupi keluarganya. Badannya yang letih dan kepanasan tak membuat seoran ayah menyerah untuk bekerja. Keinginan dan motivasi yang kuat untuk membahagiakan keluarga membuat semangatnya makin membara. Inilah gambaran nyata betapa besarnya kasih saying kedua orang tua kepada anak – anaknya. Kedua orang tua sangat menginginkan anak – anaknya tumbuh sehat, kuat, cerdas, salih / salihah dan menjadi anak yang berbakti.

Kedua orang tua telah berjasa besar dalam kehidupan kita. Keduanya memberikan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih. Setiap hari, kedua orang tua berdoa kepada Allah SWT agar anak – anaknya selalu berada dalam lindungan – Nya. Kasih sayang kedua orang tua kepada anak – anaknya tak ternilai harganya. Seandainya dunia dan seisinya digunakan untuk membalas budi kedua orang tua, tak akan sepadan dengan penggorbanannya. Sudah seharusnya kita menghormati, menyayangi dan mentaati kedua orang tua. Jika ini kita lakukan, kita akan memperoleh keberkahan hidup. Hidup berkah adalah hidup penuh manfaat, mendapat perlindungan dan kasih sayang Allah SWT.

1.Hormat dan Sayang kepada Kedua Orang Tua dan Guru.

Kehormatan dan kebahagiaan hidup sebuah keluarga akan terwujud jika semua anggota keluarga saling menghormati dan menyayangi. Anak menghormati orang tua dan orang tua menyayangi anaknya. Seorang adik menghormati kakaknya dan kakak menyayangi adik – adiknya. Sikap saling menghormati dan menyayangi seperti ini harus dibiasakan mulai dari keluarga. Pembiasaan dan penanaman akhlak mulia sejak dari dalam keluarga akan membentuk karakter positif seorang anak.

Menghormati dan menyayangi kedua orang tua merupakan kewajiban seorang anak. Sikap menghormati dan menyayangi kedua orang tua dapat dimaksudkan sebagai bentuk balas budi kita kepada mereka. Namun balas budi kita tak akan bisa sepadan dengan pengorbanannya. Sangatlah wajar apabila kita diwajibkan Allah SWT untuk menghormati kedua orang tua. Mengingat jasa – jasa mereka kepada kita sungguh tak ternilai. Kewajiban menghormati kedua orang tua banyak tertuang dalam al – Qur’an, diantaranya Q.S. al – Isra / 17 : 23 berikut ini : Artinya : “Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua

– duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali – kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jananlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” (Q.S. al – Isra / 17 : 23).

Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT mewajibkan kita berbuat baik kepada ibu bapak. Tutur kata kita kepada keduanya haruslah lemah lembut. Mengucapkan kata “ah” kepada orang tua saja tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata – kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Ketika kita sedang sinasihati orang tua, dengarkan baik

– baik, jangan memotong pembicaraan. Kita berusaha menampilkan sikap terbaik supaya kedua orang tua merasa dimuliakan. Nasihat – nasihat tersebut kita laksanakan dengan sebaik – baiknya.

Menghormati kedua orang tua akan mendatangkan kberkahan hidup bagi seorang anak. Mengapa demikian ?. karena dengan menghormati kedua orang tua, mereka akan merasa senang dan bangga. Mereka akan berdoa kepada Allah SWT agar anak – anaknya mendapat perlindungan – Nya. Doa orang tua sangat berarti bagi anak – anaknya. Inilah yang akan menjadikan hidup kita bermanfaat dan mendapat perlindungan serta kasih saying Allah SWT.

Anak yang menghormati kedua orang tuanya akan selalu meminta nasihat, petunjuk, dan doa. Inilah cerminan anak salih/ salihah. Anak salih tidak menganggap orang tuanya bodoh dan ketinggalan zaman. Mereka juga tidak merasa malu dan menyesal dengan keadaan orang tua. Meskipun pendidikan seorang anak lebih tinggi dan orang tua, ia tetap tidak meremehkan dan menganggap rendah orang tuanya. Mereka memosisikan orang tua di tempat yang mulia. Setiap hari meminta doa restu kedua orang tua agar cita- citanya tercapai. Ada seseorang bertanya kepada rasulullah Saw, antara bapak dan ibu manakah yang lebih berhak di perlakukan dengan baik? Cermatilah kisah berikut ini!

Ibnu Mas’ud, seorang sahabat rasulullah Saw. Bertanya, “Wahai rasulullah, siapakah yang lebih berhak aku pergauli dengan baik? “beliau menjawab: “ibumu. “kutanyakan lagi, “lalu siapa lagi? “beliau menjawab: ibumu. “aku bertanya lagi, “siapakah lagi? “beliau menjawab: “Ibumu. “aku bertanya lagi, “siapakah lagi? “Beliau baru menjawab: “kemudian, barulah bapakmu, kemudian kerabat yang paling terdekat yang terdekat” .

Anak saleh juga akan menghormati gurunya sebagaimana ia menghormati kedua orang tua. Guru telah berjasa besar mendidik kita menjadi pintar dan berahlak mulia. Ia akan selalu mengikuti pelajaran dengan penuh semangat. Mengerjakan tugas sekolah dengan baik dan tepat waktu. Mendengarkan dan melaksanakan nasihat dan petunjuk dengan sungguh- sungguh. Pantang bagi anak saleh untuk menyakiti hati gurunya. Justru ia akan selalu berusaha membuat gurunya senang dan bangga dengannya. Ia akan selalu minta nasihat dan doa dari setiap guru yang mengajar di kelas. Jika dalam satu hari ia mendapat doa dari empat guru, dalam satu minggu, ia akan mendapat dua puluh delapan kali doa dari guru- guru tersebut. Berarti, dalam satu bulan, ia mendapat seratus dua belas kali doa, dan seribu tiga ratus empat puluh empat kali doa dalam satu tahun. Subhanallah, doa- doa dari bapak dan ibu guru inilah yang turut andil dalam kesuksesan dan keberkahan hidup kita. Sungguh Allah Swt. Mengabulkan semua doa hamba- nya, apalagfi doa itu di panjatkan dengan ikhlas oleh bapak dan ibu guru secara berulang- ulang dan terus menerus. Tentu doa- doa ini sulit kita dapatkan jika kita sering membuat bapak ibu guru kecewa dan sakit hati karena perilaku buruk yang kita lakukan. Oleh karena itu hormatilah bapak dan ibu guru dengan sepenuh hati. Contoh lain akhlak anak saleh, saat berjalan dan berpapasan dengan bapak dan ibu guru, mereka akan menyapa sambil tersenyum dan mencium tangannya. Sikap mulia ini adalah salah satu bentuk sikap menghormati bapak dan ibu guru baik ketika di sekolah maupun di luar sekolah.

2.      Taat kepada Orang Tua dan Guru.

Perhatikan Q.S. Luqman / 31 : 14 berikut ini :

Artinya ; “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah – tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada – Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada aku kembalimu”. (Q.S. Luqman / 31 : 14).

Seorang anak wajib menaati kedua orang tua. Ketaatan seorang anak kepada kedua orang tua merupakan bentuk “Birrul Walidain”. Birrul walidain adalah berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua termasuk salah satu amalan paling mulia dalam agama. Hal ini pernah dijelaskan oleh rasulullah SAW. Cermatilah isi dari sabda Rasulullah SAW berikut Ini : Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling mulia ?.”. Beliau menjawab : “Salat tepat pada waktunya”. Aku bertanya lagi, “Kemudian apakah lagi wahai Rasulullah ?”. beliau menjawab : “Kemudian, berbakti kepada kedua orang tua”. Aku bertanya lagi, apalagi wahai Rasulullah ?, Beliau menjawab : “Kemudian, berjuang di jalan Allah”.

Berbakti kepada orang tua akan mendapatkan banyak keberkahan dan keutamaan bagi seorang anak. Keberkahan ini dapat dirasakan baik ketika masih hidup di dunia maupun kelak di akhirat. Beberapa keberkahan dan keutamaan tersebut adalah sebagaimana berikut ini :

  1. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu kunci masuk surga. Allah SWT akan membuka pintu surge bagi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Bahkan, dia akan mendapat kedudukan dan derajat yang tinggi di surge. Hal ini dikarenakan rida Allah SWT bergantung dari rida orang tua. Murka Allah SWT juga bergantung murka orang tua. Anak yang durhaka kepada orang tuanya tidak akan masuk surge atau dengan kata lain, ia akan masuk neraka.
  2. Berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari berjuang di jalan Allah SWT. Berjuang di jalan Allah memiliki nilai pahala sangat besar di sisi Allah SWT. Seorang anak yang ikhlas berbakti kepada kedua orang tuanya akan mendapat pahala sangat besar dari Allah
  3. Berbakti dan menghormati orang tua dapat melebur dosa – dosa besar. Dosa – dosa yang pernah dilakukan seorang anak akan mendapat ampunan dari Allah SWT, disebabkan ia berbakti kepada kedua orang tuanya. Ampunan Allah SWT merupakan karunia sangat berharga bagi seorang manusia, sebab ampunan Allah SWT akan menjadikan hidup kita tenang dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat

Bentuk berbakti kepada kedua orang tua beragam, diantaranya dengan menaati perintah mereka. Sikap terbaik seorang anak ketika dimintai tolong orang tuanya adalah segera melaksanakan dengan senang hati dan tak mengharap imbalan.

Disamping berbakti kepada orang tua, kita harus taat kepada guru. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, wajib pula mematuhi perintah para guru selama tidak bertentangan dengan syariat agama Islam. Guru adalah orang tua kedua setelah orang tua kandung atau orang tua asuh. Guru telah berjasa besar dalam mendidik dan mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan, serta menanamkan akhlak mulia. Ia tak kenal lelah berusaha maksimal guna mencerdaskan anak bangsa.

Menghormati, menyayangi serta memuliakan guru merupakan perilaku terpuji yang harus kita lakukan. Segala perintah dan nasihatnya kita laksanakan sepenuh hati. Setiap saat kita doakan mereka supaya mendapat perlindungan Allah SWT. Jika ini dilakukan oleh seluruh murid, sungguh ini akan membawa keberkahan bagi pendidikan di Indonesia.

Guru telah berjasa melestarikan dan menyampaikan ajaran Islam sehingga kita memiliki akidah yang lurus serta memahami antara yang hak dan batil. Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk menghormati dan menaati guru. Hal ini disebabkan guru adalah pewaris ilmu dan menjadi salah satu jalan menuju keberkahan ilmu. Ilmu yang berkah adalah ilmu yang dimanfaatkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari – hari.

Seorang murid dilarang meremehkan dan merendahkan gurunya. Rasulullah SAW telah mengingatkan kita semua agar tidak merendahkan seorang guru. Perhatikan hadits berikut ini : Dalam sebuah hadits riwayat al – Baihaqi, rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang merendahkan gurunya, akan ditimpakan oleh Allah kepadanya tiga azab (penderitaaan) : 1. Sempit rezekinya, 2. Hilang manfaat ilmunya, 3. Keluar dari dunia ini (wafat) tanpa iman”.

Sabda Rasulullah SAW tersebut menegaskan bahwa kamu dilarang merendahkan, apalagi menghina atau mencela guru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sikap ini harus dipegang sungguh – sungguh, sebab bisa jadi suatu saat kamu lebih pintar dari guru – guru kamu. Meskipun demikian, kamu harus tetap rendah hati dan menghormatinya karena pada hakikatnya kepandaian kamu saat ini adalah berkat didikan guru – guru kamu dahulu. Merendahkan guru merupakan sikap tercela dan menjadi cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa terima kasih kepada guru.