HUT PRAMUKA KE-59

Alasan 14 Agustus diperingati Hari Pramuka

Pada Pramuka sendiri, terdapat berbagai sebutan bagi anggotanya meliputi berbagai tingkatan usia. Anggot Pramuka yang berusia 7-10 tahun disebut sebagai Pramuka Siaga, 11-15 tahun sebagai Pramuka Penggalang, 16-20 tahun sebagai Pramuka Penegak, serta 21-25 tahun sebagai Pramuka Pandega.

Walaupun gerakan kepanduan telah dikenal di Indonesia sejak 1912, namun gerakan Pramuka sendiri baru lahir pada tahun 1961. Setahun sebelumnya, keluar ketetapan MPRS yang menegaskan bahwa perlunya perubahan pada sistem kepanduan yang telah ada saat ini.

Pada 9 Maret 1961, Presiden Sukarno mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, serta seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Pada saat itulah dibentuk panitia untuk persiapan pembentukan gerakan ini.

Pada 30 Juli 1961, seluruh wakil organisasi kepanduan di Indonesia meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peleburan ini dilakukan di Istana Olahraga Senayan dan kemudian dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Pada 14 Agustus 1961, dilakukan pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka. Tanggal pelantikan dan perkenalan Pramuka kepada masyarakat luas inilah yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai hari Pramuka. Saat ini sendiri Pramuka merupakan gerakan kepanduan yang masih terus diikuti dan diterapkan pada berbagai tingkatan pendidikan di Indonesia.


Tujuan Pramuka

Tujuan dari gerakan pramuka yaitu untuk menjadikan anak anak bangsa indonesia yang memiliki kepribadian yang bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, sehat jasmani dan rohani. Pramuka juga bertujuan membentuk warga berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada NKRI dan menjadi warga negara yang baik, berguna, dan dapat menjadikan dirinya bersama dan bertanggung jawab atas bangsa ini.


Kode Kehormatan Pramuka

Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga

  • Dwi Satya Pramuka Siaga adalah Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • Setiap hari berbuat kebaikan.
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
  • Dwi Darma Pramuka Siaga, yaitu:
  • Menurut Ayah Dan Bundanya.
  • Berani dan tidak putus asa

Kode Kehormatan bagi Pramuka Penggalang

  • Tri Satya Pramuka adalah Demi kehormatan aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
  • Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
  • Menepati Dasa Darma.
  • Dasa Darma Pramuka, yaitu:
  • Takwa pada Tuhan Yang Maha Esa
  • Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  • Patriot yang sopan dan kesatria
  • Patuh dan suka bermusyawarah
  • Rela menolong dan tabah
  • Rajin, terampil dan gembira
  • Hemat, cermat dan bersahaja
  • Disiplin, berani dan setia
  • Bertanggunngjawab dan dapat dipercaya
  • Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Selamat Hari Pramuka ke-59

Semoga tetap eksis mendidik para tunas muda bangsa menjadi generasi harapan masa depan Indonesia.
Jaya terus Pramukaku, Jaya terus Indonesiaku.
NKRI harga Mati.

 

Kurikulum Darurat (Penyederhanaan Kompetensi Dasar)

Menurut,

SK. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan No.018/H/KR/2020 tanggal 5 Agustus 2020 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah atas Untuk Kondisi Khusus.

 

Kurikulum darurat (penyederhanaan kompetensi dasar) dapat dilihat dan diunduh pada berikut ini:

1. SD/MI

2. SD LB

3. SMP/MTs 

4. SMP LB 

5. SMA/SMK/MA/MAK 

6. SMA LB 

 

Pesan Ki Hajar Dewantara Bagian ke-2

Pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai paksaan, kita harus mengunakan dasar tertib dan damai, tata tentram dan kelangsungan kehidupan batin, kecintaan pada tanah air menjadi prioritas.  Karena ketetapan pikiran dan batin itulah yang akan menentukan kualitas seseorang, Pesan Ki Hajar Dewantara,

Pesan berikutnya menempatkan kemerdekaan sebagai syarat dan juga tujuan membentuk kepribadian dan kemerdekaan batin bangsa Indonesia agar peserta didik selalu kokoh berdiri membela perjuangan bangsanya.

Sebab kemerdekaan menjadi tujuan pelaksanaan pendidikan, maka sistim pengajaran haruslah berfaedah bagi pembangunan jiwa dan raga bangsa. Untuk itu di mata Ki Hajar Dewantara, bahan-bahan pengajaran harusdisesuaikan dengan kebutuhan hidup rakyat.

Ket foto : “Patung Ki Hajar Dewantara depan SMP Negeri 1 Margasari setelah di restorasi”

Pesan Ki Hajar Dewantara

1. “ Ing ngarsa sung tulada

Di depan, seorang Pendidik harus memberi teladan yang baik.

2. “Ing madya mangun karsa

Di tengah atau di antara Murid guru harus menciptakan prakarsa dan ide.

3. “Tut wuri handayani

Dari belakang Seorang Guru harus Memberikan dorongan dan arahan.

 

Ket foto : “Mas Aji lagi Memeperbaiki Patung Ki Hajar Dewantara di depan SMP Negeri 1 Margasari.”